Minggu, 30 Agustus 2015

PUISI : TARIANMU ITU

TARIANMU ITU

Puisi Udho Boy Hendra

bila sedang bermenung
kuacap memandangmu
dan engkau menari-nari  berpendar, memutari seluruh stage yang beriak dan basah

jika lagi gulana
kuselalu jumawa tatkala sesekali kauselontorkan wajahmu yang jernih
menyambut kedatanganku
dan kau kembali meliuk-liukan tubuhmu nan sintal itu

ketika kudengar kau telah tiada
kuhanya mengumbar kesedihan

dan kolam tempat hidupmu pun kini raib dan berganti dengan tumpukan ketamakan seorang yang membenciku
aku tak lagi menyaksi tarian-tarian dan liuk-liukanmu itu
wahai ikan koi-ku

engkaukah bagian masa lampau yang masih tersisa?

padang, 30.08.2015 jam 12.52 seusai makan siang di sebuah rumah makan

PUISI : AMPAS SEBUAH NEGERI

AMPAS DI SEBUAH NEGERI

Puisi Udho Boy Hendra

di sebuah negeri menggerombollah  bergunduk sampah, mengeras dan melulu membusuk. saban hari menusuk hidung sesiapa berharap agar kian eliminir dan terberangus. tapi apa nyana? hanya setriliun  asa hanya senadir tingkah
: kamuflase menafikan realitas bahwa ampas itu semakin membukit dan menyesakkan jarak pandang.suatu masa, seorang perempuan memerintah seorang laki-laki entah siapa, dan berujar:"Kaubakar gundukan itu, sekarang juga!"
bertriliun-trilun pinta dan harap hanya imitatif dan permisif bagi makhluk di negeri itu

ampas  itu kian menyampah
tapi kapan musnah?

:tanyalah pada penguasa yang sedang memerintah

padang, 30.08.2015 pukul 10.00 wib

Minggu, 23 Agustus 2015

PUISI : MELEWATI FAJAR

MELEWATI FAJAR

Udho Boy Hendra

kau tiba setelah berbilang masa aku tak lagi mengingatmu, mungkin tiada berhingga
: padahal kau selalu ada

dulu kau kusonsong  saat malam pamit
lalu menyambutmu dengan sinar pesan sang surya
ketika kausingsingkan lengan
kau hidang kehangatan di wadah cahaya yang hendak kusantap
kauhamparkan embunmu
titik demi titik

: masih adakah rasa maafmu untukku, wahai fajar, yang melewatimu
begitu saja saban pagi?

padang, 09.06.2015 jam 06.13 WIB