Senin, 25 Maret 2019

WASPADA ! JANGAN TERJEBAK TERHADAP JERATAN APLIKASI PINJAMAN ONLINE (PINJOL)

Saudaraku,

Banyak sekali saat ini masyarakat terjebak utang terhadap Aplikasi Pinjaman Online (Pinjol), yang rata-rata sangat sulit dikembalikan, bahkan dilunasi.

Ketahuilah, Pinjol itu terkategori ribawi atau riba (sama dg utang rentenir).


Satu kasus, seorang sopir taksi bunuh diri, karena tak mampu membayar tagihan utang Pinjol.
Banyak kasus lain, yang terjerat aplikasi Pinjol.

Jangan pernah Anda terjebak, ikut-ikutan Pinjol. Hindarkanlah.

Jika sudah terlanjur, bertobatlah. Tobat sebenar-benar bertobat. 
Niatkan lunasi dan jangan ulangi lagi, pinjaman online apapun. Meski resmi dan telah dapat izin OJK sekalipun.

Semoga bermanfaat, Saudaraku.

SINDIRAN BADU TENTANG KASUS ROMI

Suatu ketika, Badu naik sepeda motor.

 Ia ngga pake helm, motornya ngga ada kaca spion, STNK ngga kebawa, SIM mati.

 Pas di saat ada razia gabungan oleh Polisi Lalu Lintas, Badu kena tilang.

Badu berang, lalu berkata :
"Saya terjebak."

MENYAMBUT JUMAT MANIS

MENYAMBUT JUMAT MANIS

Besok Jumat Legi atau Jumat Manis, 22 Maret 2019.
Di Jawa (khususnya di Malang), Kamis menjelang Jumat Manis, masyarakat nyekar ke makam-makam atau ziarah kubur.
Pedagang bunga ada di mana mana, terutama dekat makam.
Pandam pekuburan ramai dikunjungi penziarah.
Sementara itu, sejak Subuh,Kamis ini (setiap menjelang Jumat Manis), seluruh Masjid, Mushala, di Malang, berkumandang suara muslimin bergantian membaca ayat Suci Al Quran. Dan, ini biasanya akan berlangsung sampai masuk waktu Maghrib tiba.
Oleh sebagian masyarakat di sini, waktu-waktu seperti ini, lebih berhati-hati melakukan aktivitas dan membatasi diri keluar rumah.
Konon, banyak kejadian yang tak diinginkan, jika pada hari seperti Kamis menjelang Jumat Legi seperti ini.

Semoga artikel ini jadi bahan referensi bagi kita.
Ambil positif dari tulisan ini, dan sebaliknya, buang negatifnya.
Malang, Jawa Timur, 21.03.2019

HIKMAH ISLAM

HIKMAH ISLAM

Sholawat Rasul. Saking pentingnya, seorang muslim yg membaca shalawat 1 kali, mendapat 10 rahmat dari Allah. Membaca 10 x mendapat 100 rahmat. Membaca 100 x, mendapat 1000 rahmat. Membaca 1000?
 Doa kita pasti terkabul dan dikabulkan Allah.

Dijamin Allah bagi yg sering membaca shalawat, apapun hajat kita.

Bagaimana jika membaca 10.000 kali shalawat setiap hari?

Masya Allah. Silakan amalkan dan dawamkan, secara istiqomah dan rutin.

Jika Anda seorang Pemimpin, Ketua, atau apa saja beragama Islam, saat berpidato, jangan lupa , selain mengucapkan puji Syukur pada Allah ,juga ucapkan shalawat kepada Rasulullah SAW.
Agar pidato Anda disukai audience.

Saya sudah mempraktikkan, ketika pernah dipercaya jadi ketua dulu, yaitu saat memberi kata sambutan.

Minggu, 17 Maret 2019

MARIO TEGUH

 Orang yang hanya mencari uang,
biasanya tdk memperhatikan kualitas karir.

Tapi,
orang yang berfokus pada membangun karir
...akan membuktikan bahwa ternyata
uang itu menempel pada kualitas.

Orang yang berkualitas kehidupan keluarganya,
yg berkualitas karirnya,
dan yang berkualitas kontribusinya
bagi kebaikan sesama,
akan dikayakan bukan hanya dengan harta,
tapi juga dengan penghormatan dari sekitarnya.

Mario Teguh

PUISI : BIARKAN PERGI

BIARKAN PERGI
-- ode buat kabut asap
Puisi : Udho Boy Hendra

dan ia mulai meletih, demi mengucapkan                         salam hendak pamit ; pergi 

menyusuri geram yang buram
pada maskermasker lusuh
"kau kenapa buru-buru?"

buntalan keringatnya menuai amis yang ditinggal saja pada kursi beralaskan jerami, meski kerontang tubuhnya kikir akan body lotion

saban malam nan penat 
sekadar mengolesi lirihan dan rintihan 
pengap dan risau
: "mengapa kau pergi?"

dan tatkala hujan mulai membentakbentaknya,  sekelebat

ia menghilang
tiada berucap apapun
selain membuyarkan asa
: "biarkan ia pergi, jikalau  ia hanya mengusung luka!"

padang, 2014

Jumat, 08 Februari 2019

TENTANG UDHO BOY HENDRA

Udho  Boy Hendra atau  Udho atau Hendra Idris (Hendra Idries), lahir di Padang, 19 Maret 19..., telah pernah mencoba jadi Karikatur/ Kartunis semasa SMP, menulis cerita stensilan, cerita lucu (pada zaman Novel "Lupus" popluer), pernah menjadi Juara II Lomba Cerpen yang diadakan sekolah semasa SMA.

Mulai 1992 telah mempublikasikan karya-karya berupa Cerpen, Artikel, Opini, Puisi/ Sajak, Esai, Kolom, Komentar, Resensi Buku di pelbagai media massa lokal dan nasional di Harian Haluan, Harian Singgalang, Harian Pagi Padang Ekspres (Padang), Harian Waspada, Harian Analisa (Medan), Harian Republika, Tabloid Aksi ( Nasional), Gema Justisia (Koran Kampus), KMS - Singgalang (alhamdulillah, beberapa tulisan masih disimpan klipingnya hingga saat ini).

Pada tahun 2002, telah mempensiunkan diri dari dunia kepenulisan fiksi dan non fiksi -- meski masih menyimpan sejumlah obesi, antara lain : menulis di Harian Kompas, Media Indonesia, ingin menulis buku tentang bidang hukum, ingin menulis Novel--- yaitu semenjak diangkat menjadi Notaris (2003 dilantik) dan PPAT (2008 dilantik)..

Keinginan come back menulis dari pelbagai rekan penulis masa lalu, masih tetap ada, tetapi butuh waktu untuk beradaptasi.

Alhamdulillah, sisa-sisa menulis masa silam, masih tersalur di dunia Social media (facebook, twitter, whatsapp, menulis di blog, dll).

Prinsip Menulis :
 "Percaya, bahwa dengan menulis, hidup semakin hidup.
 Dengan menulis, orang bakal bisa menjadi besar dan terkenal serta populer. Karena dengan menulis, sejatinya banyak pesan bermanfaat dan berguna untuk kebaikan sesama manusia, semoga senantiasa dikenang, walau penulisnya telah wafat, dan hanya sekadar meninggalkan secuil warisan karya".

UCAPAN DAN DOA


UCAPAN DAN DOA
Oleh Udho Boy Hendra


KADANG  ucapan yg biasa, bisa jadi doa. 

Saya pribadi, pernah sekadar mengucap sesuatu ---yang pada awalnya hanya sekadar becanda, sehabis makan sate Padang di sebuah RS di Padang, bulan September 2009 silam--- justru akhirnya seakan laksana doa. 

Ucapan menjelang gempa Sumbar, 2009 lalu (sekitar jam 16.00 ba'da ashar), ternyata satu jam kemudian, tepat nya jam 17.15 benar benar terjadi Gempa Besar, 7,9 SR.

Hati hati mengucapkan sesuatu yg buruk, yg awalnya hanya bermaksud ledekan atau becanda.

Jangan pernah ucapkan kata Gempa, Bom, Kebakaran, dll,yg pada dasarnya buruk, secara sembrono dan sembarangan, termasuk sebagai bahan ledekan atau candaan.

FILOSOFI KALAH MENANG





 FILOSOFI KALAH MENANG 
oleh Udho Boy Hendra

DALAM suatu Piala Dunia beberapa tahun silam (Piala Dunia 1990), Brasil tim kuat dan favorit juara, pernah menyerang habis-habisan kesebelasan Argentina. 

Pada waktu itu, 90 % Brasil menguasai permainan, praktis Argentina bertahan total, dan tak punya kesempatan melakukan serangan balik ke pertahanan Brasil.

Namun, dengan 1 serangan balik saja, Argentina ----yang hampir kritis---- akhirnya, memenangkan pertandingan waktu itu, dan Argentina lolos di babak berikutnya. Brasil tersingkir. Argentina  malah sampai ke Final, sebelum akhirnya dikalahkan Jerman 0-1. Jerman Juara, dan Argentina runner up.

Brasil yg terlalu songong, dan cenderung meremehkan Argentina tatkala itu, harus angkat koper., di babak 16 besar, padahal Brasil tetap digadang-gadang favorit juara tatkala itu.

Simpulan, yg menyerang tim lawan terus menerus, belum menjamin si penyerang menang. 

Maka, jangan pernah sombong dan terlalu yakin "menyerang musuh atau lawan", dan bukan mustahil justru menjadi berbalik : menderita kalah.

Semoga Bermanfaat

Kamis, 26 Mei 2016

PUISI : .LEMBARAN WAKTU

LEMBARAN WAKTU
--untuk seseorang yang selalu hadir dalam suka duka

Puisi Udho Boy Hendra

padamu aku selalu tak bisa menjauh walau sedepa pun
selalu mengisi lembar waktu
saban detik
dan melulu

tujuh bulan silam kaukatakan tentang wangi dan indahnya mawar
: kautunjukkan sejumput  asa

segumpal rasa tentang cita-cita
mengenai kita
tak terasa
bahwa lembaran kertas tentang
setumpuk obsesi kita
masih suci

: "jangan pernah ada noktah  dosa setitikpun!"

bersama kita menggapai angan purba
senantiasa mengusung ridho Allah Subhanahu wata'ala

engkaulah belahan jiwaku nan takkan pernah redup
engkaulah jiwaragaku yang takkan padam

: bahwa kaulah impian tentang sakinah mawadah warrahmah

maukah engkau bersamaku berlayar di kapal amor
 dengan ikrar yang tulus karena Allah?

sudikah engkau habiskan sisa lembaran hidup bersamaku
wahai cinta suciku?

padang, 26.05.2016

Rabu, 25 Mei 2016

PUISI : KONGRESKU IKATAN NOTARIS INDONESIA

KONGRESKU IKATAN NOTARIS INDONESIA 

Puisi Udho Boy Hendra

dalam korsa jabatan mulia 
bahwa ada cita rasa akan harkat martabat 
mengarungi kerja pejabat 
notaris 
pejabat pembuat akta tanah

bersatu bersilahturahim dalam karsa dan hati yang teguh
bertemu dalam cita yang sejalan
indah berjuang bersama
menggapai kemuliaan nan bermartabat selalu
selamanya dalam rahmat Allah Subhanahu wata'ala

pada tanggal sembilan belas  hingga dua puluh satu mei dua ribu enam belas adalah saksi sejarah
akan korsa dan karsa dalam cita yang mulia itu
semoga momen harmonisasi adalah di palembang 
mari teguhkan hati
dalam meraih asa
dalam angan-angan menjadi nyata
: realitas menuju perkumpulan nan ekslusif

ayo berkumpullah 
dalam satu jiwa
ikatan notaris indonesia
bersaudara
dalam kongres 
yang sarat makna 


palembang, 19.05.2016

PUISI : PADA SENYUM ITU, LEKUKKAN RASA MEMBURU PESONA

PADA SENYUM ITU, LEKUKKAN RASA MEMBURU PESONA
--untuk Para Sahabat Yualita

Puisi Udho Boy Hendra

lekuk pipimu memburu gairah
bahwa itulah senyum tulus
memburu rasa
: membubung pesona

tiada berhenti mengumbar senyum meski sengkarut ilalang para pesaing
pun memburu upaya
: mungkin iri dengki pada mereka
entahlah!

dan
itulah
senyum indah
mematri aura kemenangan
menuju palembang
semoga sejarah mencatatkan
alkisah bahwa Allah Maha Kuasa
insya Allah senyumnya
senyum indah kemenangan
di rumah INI
yang hakiki
dan bernyali
mari aamiin kan

Padang, 17.04.2016 pada jam 12.20 wib

Jumat, 01 Januari 2016

PUISI : PASCA KEMBANG API

PASCA KEMBANG API

Puisi Hendra Idries

usai gemuruh riuh sekelebat kembang api, sebuah era menyatroni girangnya atma nan membuncahi segumpal asa
bahwa goresan luka masa lampau adalah nestapa
nan tak berbilang
usahlah risau
: hanya sederet noktah yang  kelabu

mari sambut 2016 dengan doa awal tahun
sarat munajat padaNya
khusu' dan tiada henti
mengharap ridhoNya

selalu
dan
melulu
untukMu
ya Allah
Dzat pembuka
Hati

padang, 01.01.2016 pada pukul 00.47 WIB

Minggu, 13 Desember 2015

RENUNGAN : MENCARI KEBAHAGIAAN

Alkisah, ada seorang pemuda sedang duduk dengan tatapan kosong mengarah ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana mendatangi berbagai tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya.
 Tiba-tiba terdengar suara sengau memecah kesunyian.

“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ.

Anak muda itu menoleh sambil berkata. ”Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung kudapatkan. Entahlah, ke mana lagi aku harus mencari…” keluh si anak muda dengan wajah muram.

“Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah ke sana dan tangkaplah seekor kupu-kupu. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu,” kata si kakek.

Meski merasa ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk. Tiba di sana, dia takjub melihat taman yang indah dengan pohon dan bunga yang bermekaran serta kupu-kupu yang beterbangan di sana.

Dari kejauhan di kakek melihat si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya.
Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain.
Hap! Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rerumputan, tanaman bunga, semak.
Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya.

Si kakek mendekat dan menghentikan si pemuda.
 ”Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari ke sana kemari, menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu rusak?”

Si kakek dengan tegas dan melanjutkan, ”Nak, mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisik kupu-kupu itu, biarkan dia memenuhi alam semesta ini sesuai fungsinya. Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu."

Demikian pula dengan kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana. Peliharalah sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri. Apakah kamu mengerti?”

Si pemuda terpana dan tiba-tiba wajahnya tampak senang. ”Terima kasih pak Tua. Sungguh pelajaran yang sangat berharga. Aku akan pulang dan membawa kebahagiaan ini di hatiku..”

Kakek itu mengangkat tangannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.


    Setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Tetapi sering kali mereka begitu sibuk mencarinya, tanpa menyadari bahwa kebahagiaan sesungguhnya tidak kemana-mana tetapi justru ada di mana-mana. Kebahagiaan bisa hadir di setiap tempat, di semua rasa, dan tentunya setiap hati yang selalu mensyukuri.

Sumber : www.iphincow.com

RENUNGAN : JANGAN PERNAH MEREMEHKAN ORANG LAIN

Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.

Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.

“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.

Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”

Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”

Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”

Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat,  berapa?”

Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”

Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”

Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.

“Semua sepuluh ribu, bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.

    Ada kalanya kita tidak melihat apa yang melekat pada tubuh seseorang saja sebagai penilaian. Bukan hal yang bagus untuk meremehkan seseorang karena melihat penilaian dari luar, Anda tidak akan pernah tahu pada beberapa waktu yang akan datang, seseorang yang Anda remehkan bisa jadi merupakan pengantar rejeki yang tak terduga.
Sumber :  www.iphincow.com

R E N U N G A N



Renungan untuk orang baik........

MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?

Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU?

Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

MENGAPA ORANG BAIK ACAP DINISTA?

Karena orang baik tak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yang memulai perkara.

MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?

Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu masa Yang Maha Kuasa akan mengganti kesabarannya.

NAMUN ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA.

Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Yang Maha Kuasa lah hakikatnya. Jika orang tersebut digiring, bagaimana ia akan mendebat kehendak-NYA

Itu sebabnya orang baik tak memiliki almari dendam dalam kalbunya.
Jika kau buka laci-laci di hatinya, akan kau temukan hanya Cinta-Kasih yang dimilikinya.

"Anda pasti salah satu dari ORANG YANG BAIK itu...."

Semoga bermanfaat....

www.pendidikankarakter.com

Selasa, 08 Desember 2015

PUISI : SENYUM FAJAR

SENYUM FAJAR
--untuk rekan-rekan notaris dan  PPAT seantero nusantara

menyeruput pagi di fajar yang merindu pada segumpal senyum
padahal semalam masih menyisir mimpi yang tersisa dan seakan belum usai

wahai pagi
bolehkah kuteguk asa di gelas-gelas
tempat kami berwadah?
INI, IPPAT
dan INC kami
yang harmonis
senantiasa
mengumbar senyum manis

entaskan humanis
yang sarkatis

bahwa
fajarku kan melulu
menggores
indah

padang, 08.12.2015 suatu pagi menuju aktivitas

Sabtu, 05 Desember 2015

RENUNGAN : WAKTU DAN CINTA


Waktu Dan Cinta


Alkisah di suatu pulau kecil, tinggalah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dsb. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu, dan air laut tiba-tiba naik, akan menenggelamkan pulau tersebut. Semua penghuni mulai cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Cinta mulai kebingungan, karena ia tidak cheap generic cialis dapat berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk mencoba mencari pertolongan.
Sementara itu, air makin naik membasahi kaki cinta.

Tak lama kemudian, Cinta melihat Kekayaan sedang mendayung perahu.
“Kekayaan, Kekayaan, tolong aku”, teriak Cinta.
 “Aduh maaf cinta, perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak dapat membawamu, nanti perahuku tenggelam. Lagipula tidak ada lagi tempat bagimu di perahu ini”, kata Kekayaan.

Lalu kekayaan kembali bergegas mendayung perahunya untuk pergi. Cinta merasa sedih sekali.
Namun kemudian Cinta melihat Kegembiraan lewat dengan perahunya.
“Kegembiraan, tolong aku”, teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia dapat menemukan perahu, sehinga ia tidak mendengar teriakan Cinta. Air semakin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggangnya, sehingga Cinta semakin panik.

Tidak lama kemudian, lewatlah Kecantikan. “Kecantikan, bawalah aku bersamamu”, pinta Cinta.
“Wah Cinta, lihatlah. Kamu basah dan kotor, aku tidak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini”, sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya, ia mulai menangis terisak-isak.

Saat itu lewatlah Kesedihan, “Wahai Kesedihan, bawalah aku bersamamu”, Cinta meminta untuk ikut bersamanya.
“Maaf Cinta, aku sedang sedih, dan aku ingin sendirian saja”, kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa, ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.
Pada saat itu terdengar suara, “Cinta, mari cepat naik ke perahuku”.
Cinta menoleh ke arah suara tersebut, dan melihat seorang tua dengan perahunya. Dengan cepat-cepat Cinta langsung menaiki perahu tersebut tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua tersebut menurunkan Cinta dan segera pergi.
Pada saat itu barulah ia sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapakah orang tua yang telah memberi pertolongan sehingga dirinya selamat.
Cinta segera menanyakan pada seorang penduduk di pulau tersebut, siapa sebenarnya orang tua tadi.
“Pak, siapakah orang tua tadi??”, tanya Cinta.
“Oh, orang tua tadi?! Dia adalah sang waktu”, kata penduduk.
 “Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tidak mengenalnya, bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku”, Cinta heran.
Dan penduduk itu pun menjawab, “Hanya waktulah yang tahu, berapalah nilai yang sesungguhnya dari Cinta itu”.

Sumber : http://kisahkisah.com/5517/waktu-dan-cinta/

Sabtu, 28 November 2015

RETROSPEKSI "BANTING HARGA" DAN PERSAINGAN TIDAK SEHAT DALAM INTERNAL NOTARIS

ARTIKEL OPINI:

RETROSPEKSI "BANTING HARGA" DAN PERSAINGAN TIDAK SEHAT DALAM INTERNAL NOTARIS

Oleh Hendra Idris *)

      SALAH satu "penyakit notaris" yang tidak bisa atau sulit dihilangkan dari tahun ke tahun, adalah, pertama, membanting harga hingga titik terendah. Kedua, menjelekkan sesama rekan sejawat dengan maksud mengangkat kehebatan diiri sendiri. Ketiga, nafsu memupuk kekayaan secara berlebihan.Keempat, tidak adanya membaca teori teori hukum keperdataan serta minimnya membaca aturan perundangan-undangan berkaitan dengan kenotariatan. Dan, tentu saja, sangat jarang membaca buku buku kenotariatan. Kelima, meremehkan penyelenggaraan acara seminar, pelatihan kenotariatan serta sosialisasi undang undang kenotariatan yang diselenggarakan oleh organisasi tunggal notaris (baca: Ikatan Notaris Indonesia /INI) atau organisasi PPAT (baca :Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah/ IPPAT). Dan keenam, perampasan klien oleh rekan notaris, dengan cara menjelekkan rekan notaris awal.
       Ada alasan  ketujuh ---dan ini baru muncul kemudian--- yaitu semenjak semakin banyak Program Magister Kenotariatan (MKn) oieh Perguruan Tinggi swasta, yang tumbuh bak jamur. Pemaksaan kelulusan si mahasiswa oleh Petinggi Prodi MKn, tetapi mengabaikan kualitas diri si mahasiswa dengan kurikulum yang keliru (salah menerapkan makna "keahlian kenotariatan").
Ketujuh hal hal di atas, seakan menjadi rahasia umum bagi para notaris, terhadap rekan sejawat.Namun ironisnya, hal itu pun seolah dibiarkan tumbuh subur, bahkan berkembang kian melebar.
Kenapa ini bisa terjadi?
       Sejatinya, alasan alasan kenapa ini bisa terjadi:
Pertama, karena takut kehilangan pendapatan dan/atau kehilangan klien sehingga mengganggu pemasukan keuangan kantor si notaris. Kedua, masih adanya terselubung sifat SMS (susah melihat rekan senang, atau senang melihat rekan susah di segelintir oknum notaris). Ketiga, tidak merasa penting lagi ilmu ilmu hukum, tetapi merasa lebih penting ilmu melobi dan ilmu marketing atau sales, sehingga cenderung lebih banyak mengarah ke bisnis atau komersil ketimbang khitah sebagai pejabat yang terhormat sebagaimana Pasal 1868 KUHPerdata dan Undang -undang Jabatan Notaris (UU No 30 /2004 jo UU No 2 /2014-pen) serta Peraturan Jabatan PPAT (PP No 37 Tahun 1998-pen).Keempat, sedikit mengasah diri pada saat magang sebelum dilantik jadi notaris, bahkan ada yang cuma dengan bekal surat keterangan magang untuk memohon pengangkatan notaris tanpa pernah ikut magang, atau ada ikut magang tetapi tak mengasah kemampuan diri dan seakan tak sadar manfaat bagi diri si calon notaris, ditambah Si Notaris tempat menerima magang tak mampu mendidik secara baik dan maksimal. Kelima, lemahnya kurikulum praktik dan etika, dalam masa kuliah MKn, oleh Penyelenggara MKn. Keenam, Gengsi dan Gaya Hidup yang over. Ketujuh, sebagian kecil oknum Notaris, merasa senang bisa mengambil atau marampas klien notaris lain, untuk diambil jadi klien si oknum notaris tersebut.Kedelapan, aura bank begitu menggoda dan membanggakan.
        Dengan beberapa uraian di atas, banyak sekali Notaris, yang setelah dilantik, berpikir pragmatis. Bagaimana melanggengkan klien, membina klien, tetapi kadang melecehkan rekan sejawat Notaris, terutama jika adanya pertemuan dengan Mitra Perbankan. Tidak sedikit Notaris diperdaya atau diadu domba oleh klien, termasuk rekanan atau mitra.
        Dalam pelbagai pertemuan sesama rekan sejawat, misalnya, tak jarang oknum notaris saling tak acuh dan seolah tidak saling kenal, di hadapan Mitra Perbankan.
Prinsip sempit Para Notaris yang sangat keliru sampai saat ini, banyak mematri diri sebagian oknum notaris "Merebut jadi rekanan Bank, Leasing dll, dengan cara membanting harga atau biaya hingga titik terendah, mengalahkan harga atau biaya yg telah disoodorkan rekan Notaris terdahulu, yang masih aktif jadi rekanan Bank atau leasing tersebut."
        Lemahnya etika ini, karena --seperti hal di atas--- kurangnya (atau enggan) membaca atau mengulang-ulang dengan baik serta meresapi ke dalam kehidupan pribadi pelajaran atau aturan Kode Etik Notaris yang sudah dipelajari semasa kuliah, yang sama-sama diketahui sebagai salah satu syarat untuk diangkat jadi Notaris.
       Berangkat dari paparan-paparan di atas, menurut hemat penulis, ada hal yang menjadi benang merah kenapa fenomena pembantingan harga dan persaingan tidak sehat itu makin membuncah dan tumbuh kian subur, Yakni, begitu banyaknya pendidikan kenotariatan dan semakin mudahnya menjadi notaris saat ini. Hal lain, menumpuknya notaris di suatu daerah tertentu, sehingga pembagian kue yang semakin mengecil menyebabkan sesama rekan sejawat saling sikut, untuk sama sama menyelamatkan diri masing-masing dengan tameng atau dalih : " untuk membiayai operasional kantor".
        Akibat persaingan ini, kadang mengabaikan keluhuran martabat atau jabatan, sehingga tak jarang mengabaikan Rukun dalam formalitas akta sebagaimana UUJN.
Banyak yang tak menyadari, "Kriminalisasi Notaris", semakin melebarkan jurang bagi notaris, yang seakan sudah terlena (dan asyik) dengan persaingan tidak sehat selama ini.
        Akhirnya, dalam tulisan sederhana ini, penulis menyarankan kepada seluruh Notaris, agar : pertama, jagalah khitah sebagai pejabat yang bermartabat dan terhormat, kedua, jagalah harmonisasi sesama rekan sejawat dan hilangkan perasaan persaingan tidak sehat dan saling menjauhkan, Ketiga, jadilah konsultan hukum yang baik bagi masyarakat pemakai jasa notaris, tanpa perlu membanting harga pada titik terendah, Keempat, teruslah luangkan waktu membaca buku buku hukum dan aturan perundang-undangan minimal yang kongruen atau sinkron dengan kenotariatan sebagai salah satu kekuatan diri. Kelima, upayakan asah ilmu pengetahuan dengan mengikuti .segala acara pelatihan yang diselenggarakan oleh organisasi (INI dan IPPAT-pen). Keenam, kembalikan pendidikan kenotariatan ke spesialis. Atau, jika tetap program MKn juga, sebaiknya lebih memperbanyak mata kuliah praktik, ketimbang mata kuliah teori. Dan, hendaknya, tesis hanya dijadikan sebagai mata kuliah pilihan saja,, bukan lagi mata kuliah wajib, seperti yang terjadi di seluruh PT Penyelenggara Prodi MKn selama ini.
Semoga bermanfaat.


*) Hendra Idris (Udho Boy Hendra), adalah Notaris dan PPAT di Padang, Staf Pengajar Program Pascasarjana Magister Kenotariatan (MKn) FH Unand, Anggota Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris Kota Padang (2012-2015), Ketua Pengurus Wilayah INI Sumbar (2013-2016).

PUISI: LUKISAN GEMURUH CINTA

LUKISAN  GEMURUH CINTA
--untuk seseorang


Puisi Udho  Boy Hendra

kuas-kuas tentangmu  semakin mengumbar di kanvas suci
memamer pelangi  diaksesori rindu
kausung asa
demi   esok yang kita songsong
dan mematut garis  mengenai  rasa yang kian memburu
: takkan bertepi, mematutmu!

raut wajahmu menggemuruh
selalu  berkisah tentang  menggunungnya  tumpukan  asmara
yang  seakan memenuh kanvas sayangku
warna-warni  harapmu
membuai lukisan kita yang kian merona
: yang  tak lagi abstrak

wahai, rindu
wajahmu di kanvas hidupku
semakin dalam
melengket dan menghias
dalam detak nadi
yang seolah  makin dalam dan kencang  berdenyut

marilah ikrarkan dalam kanvas nan tiada noktah, wahai rinduku!


padang, 28.01.2015